HARAPAN UNTUK BISA UMROHKAN ORANGTUA
Setiap umat muslim pasti mendambakan untuk bisa pergi ke tanah suci. Dulu, saat SD belajar mengaji di guru ngaji di kampung, belajar rukun islam ada 5 salahsatunya yang kelima adalah pergi haji jika mampu. Benar jika mampu, tapi semakin besar dan mendengar berita kalau ada orang yang pekerjaannya tukang becak atau sebagai petani, atau perkejaan yang jauh dari kata mampu untuk berangkat haji, tapi dengan izin Allah, Allah mampukan untuk berangkat haji, bahkan ada yang usia sudah senja menabung selama 25 tahun untuk bisa berangkat haji, ternyata mampu jika kita berusaha dan yakin kepada Allah ingin beribadah menunaikan rukun islam yang kelima pasti Allah mampukan. Jika dalam niatnya mengumpulkan uang untuk bisa pergi haji tapi Allah berkehendak lain (di panggil Allah untuk pulang) Allah tetap menghitung pahala baginnya melakukan Haji, masya Allah.
dikutip dari :
(https://www.rumahfiqih.com/fikrah-578-7-amalan-pahalanya-setara-ibadah-haji-dan-umrah-.html)
Siapa yang memiliki uzur namun punya tekad kuat dan sudah ada usaha untuk melakukannya, maka dicatat seperti melakukannya. Contohnya, ada yang sudah mendaftarkan diri untuk berhaji, namun ia meninggal dunia sebelum keberangkatan, maka ia akan mendapatkan pahala haji.
Kenapa sampai yang punya uzur terhitung melakukan amalan?
عَنْ جَابِرٍ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى غَزَاةٍ فَقَالَ: إِنَّ بِالْمَدِينَةِ لَرِجَالاً مَا سِرْتُمْ مَسِيرًا وَلاَ قَطَعْتُمْ وَادِيًا إِلاَّ كَانُوا مَعَكُمْ حَبَسَهُمُ الْمَرَضُ.
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, dalam suatu peperangan (perang tabuk) kami pernah bersama Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya di Madinah ada beberapa orang yang tidak ikut melakukan perjalanan perang, juga tidak menyeberangi suatu lembah, namun mereka bersama kalian (dalam pahala). Padahal mereka tidak ikut berperang karena mendapatkan uzur sakit.” (HR. Muslim).
Dalam lafazh lain disebutkan,
إِلاَّ شَرِكُوكُمْ فِى الأَجْرِ
“Melainkan mereka yang terhalang sakit akan dicatat ikut serta bersama kalian dalam pahala.”
Juga ada hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,
عَنْ أَنَسٍ – رضى الله عنه – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ فِى غَزَاةٍ فَقَالَ: إِنَّ أَقْوَامًا بِالْمَدِينَةِ خَلْفَنَا، مَا سَلَكْنَا شِعْبًا وَلاَ وَادِيًا إِلاَّ وَهُمْ مَعَنَا فِيهِ ، حَبَسَهُمُ الْعُذْرُ.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ dalam suatu peperangan berkata, “Sesungguhnya ada beberapa orang di Madinah yang ditinggalkan tidak ikut peperangan. Namun mereka bersama kita ketika melewati suatu lereng dan lembah. Padahal mereka terhalang uzur sakit ketika itu.” (HR. Bukhari).
Sebagaimana Nabi ﷺ bersabda,
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
“Jika salah seorang sakit atau bersafar, maka ia dicatat mendapat pahala seperti ketika ia dalam keadaan mukim (tidak bersafar) atau ketika sehat.” (HR. Bukhari).
Maka, bagi para calon jamaah haji tahun ini yang sudah tinggal
berangkat, persiapan sudah matang, sudah menggelar tasyakuran dan pamit
kepada sanak family dan tetangga ternyata tahun 2020 haji dibatalkan
karena covid 19, semoga saat ini sudah mendapatkan pahala haji dan
umrah. Semoga tahun depan masih diberi usia dan kesempatan untuk pergi
haji dengan sebaik-baiknya keadaan. Aamiin..
====
Untuk itu, malu rasanya kami yang bisa bekerja dengan gaji cukup, walaupun terkadang merasa masih saja kurang (dasarnya sifat manusia yang tidak pernah merasa cukup), tidak berupaya untuk memenuhi panggilan-NYA. Bahkan, sekarang sebelum kita HAJI ada biaya lebih murah yaitu dengan melaksanakan UMROH. Sekiranya semoga Allah mampukan untuk kami bisa pergi berUMROH dan HAJI. Begitupun tekad ku yang ingin berangkatkan UMROH dan HAJI kedua orangtuaku dengan uangku sendiri. Semoga Allah mampukan dan semoga Allah pun mampukan semoga aku dan suami serta mertua bisa juga pergi umroh. Aku yang bekerja sebagai karyawan swasta dan dengan status sakit TBC ku yang terkena dari suami dan suami ku yang sedang pengobatan TBC juga dan tidak bekerja, mertua ku tinggal yang wanita, karena bapak mertua ku sudah berpulang pada bulan Mei 2021, tepat 5 bulan setelah kepergian buah hati kami, anak kami yang pertama bidadari cantik yang sudah di surga bersama sang pemiliknya, yaitu ALMAHIRA MECCA HAMIDAH. Tak menghalangi tekad ku untuk dapat beribadah ke tanah suci mekkah.
Satu yang menjadi harapanku sejak lama untuk bisa memenuhi panggilanmu ya Allah, aku sematkan nama tempat sucimu yang menjadi tujuan kami untuk berkunjung beribadah yaitu TANAH SUCI MEKKAH. Sehingga aku ingin selalu mengingat tujuan ku itu dengan menyematkan nama MECCA di nama anak pertamaku. Tapi hanya 3 bulan saja sejak dia lahir aku bisa bersamanya. Untuk itu nama itu semakin membulatkan tekad ku untuk bisa berkunjung ke tanah suci tempat terbaik kelahiran nabi tercintaku Muhammad SAW. Aamiin..
Semoga Allah memberikan rejeki yang berkah lagi berlimpah dan mendapat keridhoan daripada-NYA. Aamiin..
====
Melansir dari muslim.or.id ‘Abdullah bin ‘Umar menuturkan bahwa talbiyah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah,
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ
“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu).”
Nafi’ mengatakan bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar menambah lafazh talbiyah,
لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ بِيَدَيْكَ لَبَّيْكَ وَالرَّغْبَاءُ إِلَيْكَ وَالْعَمَلُ
“Labbaik labbaik wa sa’daik wal khoiru biyadaik war roghbaa-u ilaika wal ‘amal (Aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu dengan senang hati. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Segala harapan dan amalan hanya untuk-Mu).” (HR. Bukhari no. 1549 dan Muslim no. 19).
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Inilah Arti Kalimat 'Labbaik Allahumma Labbaik', Bacaan Talbiyah Dzikir untuk Jemaah Umrah dan Haji, https://jatim.tribunnews.com/2022/07/15/inilah-arti-kalimat-labbaik-allahumma-labbaik-bacaan-talbiyah-dzikir-untuk-jemaah-umrah-dan-haji.
======
Berikut foto-foto kegiatan UMROH mama, ayah, dan adikku selepas masa pensiunnya. memang saat itu kedua orangtuaku umroh dengan biaya mereka sendiri, tapi mudah-mudahan suatu saat nanti, aku bisa membawa keduaorangtua serta aku dan suamiku dan mertuaku berkunjung ke tanah suci dengan hasil uangku sendiri.Aamiin.. tidak ada yang tidak mungkin selama Allah berkehendak, yang pasti luruskan niat karena Allah supaya Allah meridhoi setiap langkah yang kita lakukan serta selalu berada dalam jalan yang benar. Aamiin ya robbal 'alamin..
Perjalanan Umroh 21 Februari 2022
![]() |
| saat tiba di hotel bandara untuk swab PCR |
![]() | ||||
| Perjalanan ke mekkah |
Follow my IG @eza.oktaviana
My Bussiness IG @ezaoktaviana_katalog
My Facebook Eza Oktavia
My FB Page Za Beauty Store
My Twitter @eza_oktaviana
My Linked Eza Oktaviana









Komentar
Posting Komentar